rimba, padang ilalang
belantara tanpa hingga
dan aku mengkurcaci
tertatih bersikeras mendaki
puncak-puncak tak kenal ketinggian
butiran peluh jadi kali
air mata jadi segara
penat mendera-dera
detik-detik tak peduli
namun hati lambat laun memutih
bergulir menghardik tumpulnya batin
kuhimpun sisa tenaga
sebelum sesal leluasa menikam
kemana angin melepas desah
arahnya ketemukan kini
~ Prihandari Satvikadewi ~
belantara tanpa hingga
dan aku mengkurcaci
tertatih bersikeras mendaki
puncak-puncak tak kenal ketinggian
butiran peluh jadi kali
air mata jadi segara
penat mendera-dera
detik-detik tak peduli
namun hati lambat laun memutih
bergulir menghardik tumpulnya batin
kuhimpun sisa tenaga
sebelum sesal leluasa menikam
kemana angin melepas desah
arahnya ketemukan kini
~ Prihandari Satvikadewi ~