Pernah ada seorang
sahabat yang mengatakan aku pengecut. Aku lemah. Aku tak berani. “kau akan
terus tenggelam dalam ketakutanmu sahabatku, apa kau ingin itu?” tapi hal itu
masih tetap membuatku takut. Bahkan semakin takut. Lantas ia tinggalkan aku.
Lalu seorang teman
mendekatiku. Iya juga mengatakan hal yang sama.
“apa kau ingin ketakutan mengendalikan dirimu. Cobalah lebih berani,”
jawabanya sama aku semakin diracuni ketakutan. Dan temanku pergi meninggalkan penakut ini sendiri.
Tiba-tiba seorang lelaki
datang kepadaku. “hidupmu penuh ketakutan. Aku rasa lebih tepatnya kau tak
hidup. Karena ketakutan telah membunuhmu lebih awal,” aku diam dan mencoba
mencari jawab.
Dan, malam ini telah ku
temukan jawab. Lelaki itu salah. Orang-orang itu salah. Aku yang masih hidup.
Dan mereka yang telah mati. Keberanian mereka yang membunuh mereka lebih awal.
Keberanian keluar dari atmosfer aturan. Aku masih hidup dalam atmosfer aturan.
Aku beruntung, ketakutan menyelamatkanku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar