Hari yang sial. Pak Satpam penjaga gerbang yang biasanya
memberikan jalan untukku masuk kini telah di ancam oleh pihak sekolah.
“siapapun
yang terlambat harus mendapat persetujuan dari Kepala Sekolah untuk dapat
mengikuti pelajaran.” Katanya.
Alhasil
aku dan laki-laki ini harus mendapat hukuman sebelum ikut pelajaran. Motong
rumput taman belakang sekolah dengan gunting rambut. Butuh setumpuk kersabaran
untuk menyelesaikannya. Satu persatu
rumput ini aku potong-potong. Jika tidak ada suara air mancur di tengah taman,
mungkin suasana itu benar-benar sunyi. Sangat sunyi sepi.
“lalu.
Sebenarnya siapa kamu ini ?” tanyaku memecah hening.