Ini adalah edisi pengalaman pribadi.
selamat membaca :)
Semua itu terjadi begitu saja. Aku pun tak tau bermula dari mana. Mungkin kita dapat memulainya dari awal pekenalanku dan dua sahabatku. Sebelumnya kenalkan aku Ulfatin Sukmaratri. Seorang yang telah akrab denganku biasa memanggilku Sukma. Namun, semenjak aku kelas VII SMP aku mendapat panggilan baru Ulfatin. Yapps lebih lagi beberapa tahun kemudian sedang terkenal seorang penyanyi berjilbab Fatin Shidqia Lubis. Semakin dikenalah aku dengan nama Ulfatin. Tapi panggilah aku sukma. Aku lebih suka nama itu.
selamat membaca :)
Semua itu terjadi begitu saja. Aku pun tak tau bermula dari mana. Mungkin kita dapat memulainya dari awal pekenalanku dan dua sahabatku. Sebelumnya kenalkan aku Ulfatin Sukmaratri. Seorang yang telah akrab denganku biasa memanggilku Sukma. Namun, semenjak aku kelas VII SMP aku mendapat panggilan baru Ulfatin. Yapps lebih lagi beberapa tahun kemudian sedang terkenal seorang penyanyi berjilbab Fatin Shidqia Lubis. Semakin dikenalah aku dengan nama Ulfatin. Tapi panggilah aku sukma. Aku lebih suka nama itu.
Baiklah, kita mulai saja. Dari kisah
hitam
milikku sendiri. Tapi jujur saja memang dulu ketika aku masih lugu-lugunya ya aku sering pergi ke luar bersama teman. Aku bahkan tak mengerti tempat apa yang aku datangi. Masa dimana aku dibodohi oleh teman yang aku anggap kakak sendiri. dia baru aku kenal di SMP. Dia sering mengajakku pergi untuk menemaninya menemui kekasihnya. Tapi setelah berjalan waktu aku mulai rishi dengan teman yang bukan teman ini. akhirnya ku beranikan diri untuk menolak setiap ajakannya. Ketika aku mendapat kabar tentang apa yang terjadi padanya aku bersyukur karena aku tak mendapat hal yang sama dengannya. Aku bersyukur kepada Allah yang masih melindungi diriku.
milikku sendiri. Tapi jujur saja memang dulu ketika aku masih lugu-lugunya ya aku sering pergi ke luar bersama teman. Aku bahkan tak mengerti tempat apa yang aku datangi. Masa dimana aku dibodohi oleh teman yang aku anggap kakak sendiri. dia baru aku kenal di SMP. Dia sering mengajakku pergi untuk menemaninya menemui kekasihnya. Tapi setelah berjalan waktu aku mulai rishi dengan teman yang bukan teman ini. akhirnya ku beranikan diri untuk menolak setiap ajakannya. Ketika aku mendapat kabar tentang apa yang terjadi padanya aku bersyukur karena aku tak mendapat hal yang sama dengannya. Aku bersyukur kepada Allah yang masih melindungi diriku.
Kita berlanjut saat aku menggenal seorang
gadis yang dulu lugu (dulu) . Panggil saja Akina. Aku mengenalnya sejak aku kelas VII,
kebetulan aku dan dia sekelas dan duduk bersampingan depan belakang. Ketika aku
berkenalan dengannya, satu hal yang aku pikirkan adalah gadis yang lugu dan
4L4Y. hahahaa *lupakan*. Tapi setelah lebih akrab aku merasanyaman dengannya. Kami berteman
baik. Sangat baik. Kemanapun ada Akina disana ada aku.
Dalam waktu yang tak jauh aku
mulai mengenal, panggilah dia Tini. Ya,
aku dan dia juga ada dalam satu kelas yang sama. Jika ditanya apa yang dulu aku
pikirkan tentangnya, jawabannya.. dia adalah gadis yang sedikit ya begitulah..
Menggapa aku berfikir demikian ? karena jelas aku belum begitu mengenalnya.
Semakin jauh aku mengenalnya jujur saja aku semakin menganggapnya yaa
begitulah. Yang aku tau ia sering pergi keluar. (dulu)
Entah apa yang saat awal
perkenalan itu Akina dan Tini pikirkan tentang aku. Tapi yaaa memang itu yang
ada di dalam pikiranku.
Persahabatanku dan Akina berjalan
cukup baik selama hampir 1 tahun. Namun, hal yang tak pernah kami inginkan datang.
Perpecahan. Ada sedikit salah paham di antara kami , yang mengakibatkan aku
jauh darinya.
Tak pernah aku sangka, justru
seorang yang aku jauhi malah mau menerima diriku. Tini. Setelah Akina jauh
dariku, aku lebih dekat dengan Tini. Kantin bareng, ada tugas bareng. Pokoknya
bareng. Ternyata, dia bukan seperti yang aku fikirkan. Dia hanya terpengaruh
dengan lingkungan. Lingkungan yang selama ini mengacuhkannya. Hampir sama
dengan nasipku ketika aku di SD. Dan ternyata Tini adalah seorang guru ngaji.
So, udah nggak ada pikiran kalo dia aneh-aneh.
Bicara soal lingkungan, Akina
yang mulai jauh dariku telah termakan pula dengan sekitanya. Entah apa yang
telah mengubah sosok lembut itu menjadi keras. Padalah dia dulu anak pesantren.
Aku dan dia semakin jauh. Sangat jauh. Sedang aku dan Tini menjadi makin dekat.
Semakin berjalanya waktu, inilah
arti sahabat sesungguhnya. Entah apa yang saat itu terjadi. Beranjak kelas
VIII, Tuhan menyatukan aku dan Akina,
tanpa memisahkanku dan Tini. Sampai detik ini, kami bertiga tetep bersama.
Selalu bersama. Bertiga.
Kami bertiga kini telah sadar,
dengan kekuatan persahabatan kita dapat meraih kebaikan. Buktinya, syukur
Alhamdulillah diantara kami bertiga kini telah berjilbab. Kami lebih dapat
menata diri. Kami telah sadar akan arti sebuah hidup. Hidup adalah titipan Yang
Maha Kuasa. Dengan itu kami menjalaninya.
Sebuah hal yang patut kita tau, semua orang
punya sisi hitamnya masing-masing. Semua orang pernah punya masa dimana dia
merasa dibuang hingga akhirnya dia harus termakan lingkungan. Semua orang
pernah bersalah. Tapi kita perlu tau, bahwa semua orang pasti juga akan
mendapati masa di mana ia lelah dengan kesalahnnya. Masa di mana ia ingin berubah.
Dan itu yang terjadi pada diri kami bertiga.
Ini kisah yang nyata. Tinggalkan yang buruk biar itu menjadi catatan
pahit di hidup kami. Dan ambillah yang baik agar menjadi cerita yang lebih baik
di hidup kalian. J
Salam
hormat,
Ulfatin
S

Tidak ada komentar:
Posting Komentar