Maret 04, 2014

Naskah Drama "ARTI BAHAGIA"



                      Kita pasti udah nggak asing lagi sama yang namanya pementasan drama. Berikut ini adalah salah satu contoh  naskah drama dengan 3 – 5 pemain. Sebenernya sih bisa untuk 3 pemain saja, asal pintar bagi-bagi tugas biar nggak ribet.
ARTI BAHAGIA
Ini ber ksah  tentang persahabatan 3 orang anak dimulai sejak SMP. Salah satu di antara mereka ingin membuktikan sebuah kesetiaan dalam menjalin persahabatan, serta menunjukan arti bahagia yang sesungguhnya. Selamat menyaksikan.


*masuk set. Belajar kelompok*
Tiara : aduh ini gimana sih aneh banget soalnya.
 Kinan : aneh gimana ? coba aku lihat.
Tiara : ini nih,
 Kinan : oalah, ini sih gampang.
Tiara  : kayanya menurut  Kinan semua gampang deh.
Widhi : bagi  Kinan yang susah itu Cuma nglupain mantan, hahaha.
 Kinan : enak aja, mau tau caranya nggak ?
Tiara : udah ih cepetan.
Kinan : iya deh, ini nih caranya. *di ajari
Tiara : oalah Cuma gitu doang. Ckckck, gampang ya ternyata.
 Kinan : makanya coba dulu biar tau hasilnya.
Tiara : yaaa iya, Makasih. Oh iya bentar ya. *berdiri nyari buku*
Widhi . buku rumus fisika yang gede, kok nggak ada ya ?
Widhi  : rak paling atas bagian tengah.
Kinan : ssst, ini perpustakaan bukan hutan.
Triak2.
Widhi Tiara yang mulai.
Tiara : mana ?
Widhi : Nan , pasti tiara nggak nemu deh, bantuin sana,
 Kinan : situ nyuruh ?
Widhi  : ampun, kasian itu, dari pada teriak-teriak terus.
 Kinan : ya iya.. *berdiri*
 Kinan : teriak2 mulu. bukunya di sini kakak.
Widhi : tinggi banget nyimpen bukunya.
Kinan : terlalu  banyak bacaan, tapi taka da ruang, haha
*nggak nyampe*
Tiara : iya, harusnya diperluas nih. Sampe nggak.
Kinan : kayaknya iya
Tiara : ciah nggak nyampe, pakek kursi deh, tar. *ambil*

Tiba tiba saat menaiki kursi,  Kinan terjatuh dan kakinya terkilir.
“brruukk..”
Tiara:  Kinan !!
 Kinan : *kesakitan
 Widhi : ada apa ? *lihat  Kinan*  Kinan, kok bisa jatuh sih ? Udah yuk bawa ke puskesmas takutnya ada apa
Tiara : bisa berdiri kan ?
Widhi : Tiara!
Tiara : iya iyaaa.
*di bawa ke luar set*
*masuk set Tiara + Widhi
Widhi : aduh gimana ya keadaan si  Kinan,
Tiara : semoga baik-baik aja deh.
* Kinan masuk set + 
Widhi : gimana nan kakinya,
 Kinan : syarafnya kejepit jadi aku harus pake tongkat.
Tiara : nggak selamanya kan ?
 Kinan : lebih tepatnya sampai waktu yang dokter belum tentukan
Tiara : apa? Nggak mungkin, becanda ya ? masa kita temenan sama orang pincang gitu, nggak nggak bisa.
 Widhi : Tiara ! ngomong apa sih kamu.
Tiara :   yang bener aja kita hangout sama orang yang bawa tongkat kek nenek2 gitu. Nggak, aku nggak mau
Widhi : emang salah ya?
Tiara : Widhi aku ini calon penyanyi terkenal. Kamu taukan aku baru ditunjuk jadi cover majalah. Apa kata orang  kalo aku temen sama orang yang sekarang cacat.
 Kinan : setidaknya hati aku nggak cacat ra, aku masih sama kaya Kinan yang dulu kok
Tiara : ih, sama ? Pincang gitu di bilang sama !  , Widhi mending kamu jauh2 dari dia,
Widhi  : enggak, ah ra.
Tiara : oh, jadi gitu, kamu dhi ? kmu lebih mementingkan dia dari pada aku ?
Widhi : gimana ya? Akuu….
Tiara : dah, kita pergi aja, persahabatan ini udah cacat.
Widhi : maaf ya, tapi aku sama Tiara udah berteman sejak TK aku nggak mungkin juga ninggal dia.
 Kinan : jaga Tiara baik2 ya
Tiara : Widhi ayoo.
 Kinan : aku mengenal mereka jauh terlalu dalam bahkan aku masih tau mereka akan kembali seperti dulu. Aku harus percaya itu. J mending aku masuk kelas deh.. huuh
*out set
Narator : “beberapa tahun kemudian, Tiara telah berhasil menggapai mimpinya, ia menjadi penyanyi terkenal dengn kualitas yang sudah mendunia dan Widhi ia juga sukses menjadi progamer TV yang profesianal, bahkan dia malah menjadi pemimpin dalam acara yang cukup tenar. Sama dengan kedua sahabat itu Kinan , dia sukses menjadi penulis novel yang laris. Karena kehendak Tuhan ketiganya dipertemukan dalam acara TV yang di pimpin Widhi.
*Tiara *dandan
Tiara : aduuhh, nggak biasanya aku deg degan gini
*Kinan in.
Kinan : Tiara ?
Kinan : *mendekati Tiara* Tiara ?
Tiara :  Kinan ? eh, maksudku . siapa ya ? nggak kenal.  duh, aku mau ngisi acara nih, nanti aja ya tanda tanganya.
Kinan :  aku juga jadi bitang tamu di acara ini,
Tiara : ha ? mimpi kamu. Mana mungkin kamu jadi bintang tamudi acara ini.
  Kinan : bener, aku mau launching buku terbaruku, kamu apa kabar?
Widhi : Tiara ! sebentar lagi kamu, *lihat Kinan. Hay nan.
Kinan : hay!
* Widhi +Tiara out
Kinan : setelah 5 tahun berlalu dan perlakuan Tiara masih sama, aku nggak pernah merasa sakit. Karena Tiara adalah sahabatku yang hingga kini masih aku nanti. Tuhan aku tau ini adalah takdir-Mu. Memprtemukan aku dan Tiara untuk menyatukan kembali batu yang telah lama retak. Melelehkan hati yang telah lama beku. Terimakasih Tuhan. J
*Widhi masuk set
Widhi : *panik*  Kinan,   !
Kinan : apa ?
Widhi : aduh, tolong.. Tiara
 Kinan : Tiara kenapa ?
Widhi : Tiara , kecelakaan tadi waktu nyanyi punggngnya ketiban lampu, sekarang lagi perjalanan ke rumah sakit.
 Kinan : ya udah ayo, kita ke rumah sakit,
*out set
*in  Widhi + Kinan * panik
Kinan : Bagaiman keadaan Tiara dok ?
Dokter ; punggung tiara yang tertimpa lampu, tepat menusuk ginjalnya, kita butuh pendonor ginjal untuk Tiara secepatnya.
  Kinan : saya bersedia.
  Widhi :  Kinan !
 Kinan :  aku snggup.
Widhi  : kinan jangan ambil resiko.
 Kinan : kamu tenang aja, aku akn baik2 aja kok.
Dokter : mari ikut saya.
Kinan : baik dok.
Widhi  : kinan plis jangan gila* kawatir* aku nggak snggp kehilangn 2 sahabtku.
Kinan  :  dokter pasti berhasil. Percaya, kita akan kumpul bareng lagi. Ini adalah cara Tuhan menyatukan ku dengn tiara.
 Widhi  : *terdiam
*Kinan out
*Dokter  + Kinan  in
Dokter : hasilnya cocok, kita bisa mulai cangkok besok pagi.
 Kinan : baik dok.
 Dokter : saya permisi.
Kinan : pulang yuk. Besok ke sini lagi, yukk.
Widhi  : * diam
Kinan : ayoo dong
Beberapa hari setlh oprasi.
Tiara : aduh siapa sih yang mau ketemu pake tutup mata sagala.
Widhi : sstt, tar juga tau.
* kinan in
Widhi : 1 2 3, taraaa.
Tiara : haaa?
Kinan  : hai ? apa kbar udah baikan ?
Tiara : ha, Kinan.
Widhi : ini orang yang mau ketemu kamu.
Tiara : ih, tau gitu aku nggak mau deh.
Widhi : Tiara ! kamu nggak boleh ngomong gitu.
Tiara : ha, lebih baik aku nggak ketemu dia untuk selamanya.
Widhi : Ra, kamu keterlaluan.
Kinan : Widhi, udah nggak papa kok. Mungkin dia masih belum bisa menerima keadaanku. Udah jangan bentak2 Tiara.
Tiara : sok suci. * jalan
Widhi : tiara ! asal kamu tau ya, Kinan pincang gara2 kamu ! karena dia mau nggambil buku untuk kamu, apa kamu ingat ! dia udah korbankan semua untuk kamu. Tapi balasanmu? Bahkan saat kamu kritis kemarin dia yang menghidupkan kamu !
Kinan : Widhi !
Widhi : diam ! biar dia tau semua !
Tiara : apa maksud mu ?
Widhi : ginjal yang ada ditubuh mu adalah milik Kinan. Harusnya sekarang kamu nggak ada disini! Kamu tau itu.
Tiara : kamu pasti bohong.
Kinan : Widhi cukup.
 Widhi : kenapa nan, dia perlu tau semuanya. Udah cukup air matamu untuknya, kamu berhak bahagia.
Kinan : aku bahagia saat aku lihat kalian bahagia.
Widhi : tapi lihat kamu di caci sama Tiara itu buat aku nggak bahagia
Kinan : lagian aku dan dia nggak akan terpisah, tubuhku menyatu denganya. Itu cara Tuhan menyatukan aku dan  dia, itu sudh menjadi arti bahagia terbesar untukku.
Widhi : tapi aku nggak terima kinan, aku sayang kamu, kamu tau kan resikonya hidup dengn 1 ginjal.
Kinan : aku tau, dan aku lebih saying sama kalian, tapi aku akan hidup 1000 th bersama kalian.
*Tiara lari dan berlutut
Tiara : aku minta maaf, aku salah. 
Kinan : Ra, udah  jangan gitu, aku slalu memaafkanmu.
Tiara : aku berdosa, aku mencampakaan mu shabat yang begitu menyayangiku. Aku salh menilaimu, aku yang cacat hati ku yang cacat, perilakuku kepadamu sudah keterlaluan, aku minta maaf.
Kinan : aku tau semua itu, tapi dengan mengakui kesalahanmu kau telah menghapus dosamu.
Tiara : benarkah ?
Widhi : harusnya begitu sejak awal
Kinan : apa yang ku katakan benar bukan, ini cara Tuhan menyatukan kita. 3 sahabat yang tak terpisahkan
*out set
*Widhi
Tiara : hay ! lagi sibuk nggak ?
Widhi : kenapa ?
Tiara : ke rumah kinan yuk!
Widhi : mau apa ?
Tiara : ajak jalan.
Widhi : kamu gila ya ! makanya kalo di telp diangkt, HP jangn di matiin. Kemana kamu seminggu ini ?
Tiara :  emang kenapa ?
Widhi  : kinan udah meninggal, dia nggak sanggup bertahn dengn 1 ginjal. Karena siapa ? karena kamu ! pembunuh ! *out, lempar surat
Tiara : *kaget* kinan ? ha, apa ini ?
“tiara saat kau baca suratku ini aku harap air matamu tak terjatuh . Aku belum pergi aku masih dihatimu. Jaga ginjalku baik2. Jangn berpikir kepergianku karena mu. Ini takdir sang Kuasa ra. Aku sayang kamu aku bahagia, di akhir nafasku aku bisa tersenyum bersamamu. Kau dan Widhi adalah arti bahagiaku. Salam sayang, Kinan”
Tiara : Kinaaan !! Tuhan, baru saja aku lihat senyum diwajahnya kini ku tak akan melihatnya lagi. Tuhan aku menyesal mencampakanya, Tuhan apa ini balasan untuk orang yang baik padaku.  Kinan aku janji aku akan menjaga ginjalmu dengan baik. Aku menyayangimu. Aku merindukanmu. Maafkan aku kinan. Selamat tinggal. Bahagiaku karenamu.
--Tamat--
Tiara menyesali perbuatannya hal yang tak sepantasnya iya lakukan. Dan Widhi ia tetap memenuhi pesan Kinan untuk menjaga Tiara dari jauh, meski ia masih tak terima Tiara penyebab Kinan tiada.
“kali ini kita menyadari bahwa bahagia dapat kita jumpa kala kesetiaan, kejujuran, ketulusan dan keikhlasan bersarang didalam diri kita semua,”
“bahagia hadir saat kau dapat membuat orang lain bahagia”
“kasihilah mereka yang mengasihimu”
Cukup sekian pementasan kami, mohon maaf atas segala perilaku dan tuturkata yang keliru. Selamat siang. Terimakasih. *hormat
            Itu tadi adalah contoh naskah drama yang bisa saya berikan. Dengan penambahan kata-kata dan tidak tergantung teks juga penghayatan yang dalam pasti drama teman-teman semua bisa memukau para penonton. Sekian dari saya. Semoga bermanfaat. J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar