Kita pasti udah nggak asing lagi sama yang namanya pementasan drama.
Berikut ini adalah salah satu contoh naskah drama dengan 3 – 5 pemain. Sebenernya sih
bisa untuk 3 pemain saja, asal pintar bagi-bagi tugas biar nggak ribet.
ARTI BAHAGIA
Ini ber
ksah tentang persahabatan 3 orang anak
dimulai sejak SMP. Salah satu di antara mereka ingin membuktikan sebuah
kesetiaan dalam menjalin persahabatan, serta menunjukan arti bahagia yang
sesungguhnya. Selamat menyaksikan.
*masuk
set. Belajar kelompok*
Tiara :
aduh ini gimana sih aneh banget soalnya.
Kinan : aneh gimana ? coba aku lihat.
Tiara :
ini nih,
Kinan : oalah, ini sih gampang.
Tiara : kayanya menurut Kinan semua gampang deh.
Widhi :
bagi Kinan yang susah itu Cuma nglupain
mantan, hahaha.
Kinan : enak aja, mau tau caranya nggak ?
Tiara :
udah ih cepetan.
Kinan :
iya deh, ini nih caranya. *di ajari
Tiara :
oalah Cuma gitu doang. Ckckck, gampang ya ternyata.
Kinan : makanya coba dulu biar tau hasilnya.
Tiara :
yaaa iya, Makasih. Oh iya bentar ya. *berdiri nyari buku*
Widhi .
buku rumus fisika yang gede, kok nggak ada ya ?
Widhi : rak paling atas bagian tengah.
Widhi
Tiara yang mulai.
Tiara :
mana ?
Widhi :
Nan , pasti tiara nggak nemu deh, bantuin sana,
Kinan : situ nyuruh ?
Widhi : ampun, kasian itu, dari pada teriak-teriak
terus.
Kinan : ya iya.. *berdiri*
Kinan : teriak2 mulu. bukunya di sini kakak.
Widhi : tinggi banget nyimpen bukunya.
Kinan : terlalu banyak bacaan, tapi taka da ruang, haha
*nggak
nyampe*
Tiara :
iya, harusnya diperluas nih. Sampe nggak.
Kinan :
kayaknya iya
Tiara :
ciah nggak nyampe, pakek kursi deh, tar. *ambil*
Tiba
tiba saat menaiki kursi, Kinan terjatuh
dan kakinya terkilir.
“brruukk..”
Tiara: Kinan !!
Kinan : *kesakitan
Widhi : ada apa ? *lihat Kinan*
Kinan, kok bisa jatuh sih ? Udah yuk bawa ke puskesmas takutnya ada apa
Tiara :
bisa berdiri kan ?
Widhi :
Tiara!
Tiara :
iya iyaaa.
*di
bawa ke luar set*
*masuk
set Tiara + Widhi
Widhi :
aduh gimana ya keadaan si Kinan,
Tiara :
semoga baik-baik aja deh.
* Kinan
masuk set +
Widhi :
gimana nan kakinya,
Kinan : syarafnya kejepit jadi aku harus pake
tongkat.
Tiara :
nggak selamanya kan ?
Kinan : lebih tepatnya sampai waktu yang
dokter belum tentukan
Tiara :
apa? Nggak mungkin, becanda ya ? masa kita temenan sama orang pincang gitu,
nggak nggak bisa.
Widhi : Tiara ! ngomong apa sih kamu.
Tiara
: yang bener aja kita hangout sama
orang yang bawa tongkat kek nenek2 gitu. Nggak, aku nggak mau
Widhi :
emang salah ya?
Tiara :
Widhi aku ini calon penyanyi terkenal. Kamu taukan aku baru ditunjuk jadi cover
majalah. Apa kata orang kalo aku temen
sama orang yang sekarang cacat.
Kinan : setidaknya hati aku nggak cacat ra,
aku masih sama kaya Kinan yang dulu kok
Tiara :
ih, sama ? Pincang gitu di bilang sama !
, Widhi mending kamu jauh2 dari dia,
Widhi : enggak, ah ra.
Tiara :
oh, jadi gitu, kamu dhi ? kmu lebih mementingkan dia dari pada aku ?
Widhi :
gimana ya? Akuu….
Tiara :
dah, kita pergi aja, persahabatan ini udah cacat.
Widhi :
maaf ya, tapi aku sama Tiara udah berteman sejak TK aku nggak mungkin juga ninggal
dia.
Kinan : jaga Tiara baik2 ya
Tiara :
Widhi ayoo.
Kinan : aku mengenal mereka jauh terlalu dalam
bahkan aku masih tau mereka akan kembali seperti dulu. Aku harus percaya itu. J mending aku
masuk kelas deh.. huuh
*out
set
Narator
: “beberapa tahun kemudian, Tiara telah berhasil menggapai mimpinya, ia menjadi
penyanyi terkenal dengn kualitas yang sudah mendunia dan Widhi ia juga sukses
menjadi progamer TV yang profesianal, bahkan dia malah menjadi pemimpin dalam
acara yang cukup tenar. Sama dengan kedua sahabat itu Kinan , dia sukses
menjadi penulis novel yang laris. Karena kehendak Tuhan ketiganya dipertemukan
dalam acara TV yang di pimpin Widhi.
*Tiara *dandan
Tiara :
aduuhh, nggak biasanya aku deg degan gini
*Kinan
in.
Kinan :
Tiara ?
Kinan :
*mendekati Tiara* Tiara ?
Tiara
: Kinan ? eh, maksudku . siapa ya ?
nggak kenal. duh, aku mau ngisi acara
nih, nanti aja ya tanda tanganya.
Kinan
: aku juga jadi bitang tamu di acara
ini,
Tiara :
ha ? mimpi kamu. Mana mungkin kamu jadi bintang tamudi acara ini.
Kinan : bener, aku mau launching buku
terbaruku, kamu apa kabar?
Widhi :
Tiara ! sebentar lagi kamu, *lihat Kinan. Hay nan.
Kinan :
hay!
* Widhi +Tiara out
Kinan : setelah 5
tahun berlalu dan perlakuan Tiara masih sama, aku nggak pernah merasa sakit.
Karena Tiara adalah sahabatku yang hingga kini masih aku nanti. Tuhan aku tau
ini adalah takdir-Mu. Memprtemukan aku dan Tiara untuk menyatukan kembali batu
yang telah lama retak. Melelehkan hati yang telah lama beku. Terimakasih Tuhan.
J
*Widhi
masuk set
Widhi :
*panik* Kinan, !
Kinan :
apa ?
Widhi :
aduh, tolong.. Tiara
Kinan : Tiara kenapa ?
Widhi :
Tiara , kecelakaan tadi waktu nyanyi punggngnya ketiban lampu, sekarang lagi
perjalanan ke rumah sakit.
Kinan : ya udah ayo, kita ke rumah sakit,
*out
set
*in Widhi + Kinan * panik
Kinan :
Bagaiman keadaan Tiara dok ?
Dokter
; punggung tiara yang tertimpa lampu, tepat menusuk ginjalnya, kita butuh
pendonor ginjal untuk Tiara secepatnya.
Kinan : saya bersedia.
Widhi :
Kinan !
Kinan : aku snggup.
Widhi : kinan jangan ambil resiko.
Kinan : kamu tenang aja, aku akn baik2 aja
kok.
Dokter
: mari ikut saya.
Kinan :
baik dok.
Widhi : kinan plis jangan gila* kawatir* aku nggak
snggp kehilangn 2 sahabtku.
Kinan :
dokter pasti berhasil. Percaya, kita akan kumpul bareng lagi. Ini adalah
cara Tuhan menyatukan ku dengn tiara.
Widhi :
*terdiam
*Kinan
out
*Dokter
+ Kinan in
Dokter
: hasilnya cocok, kita bisa mulai cangkok besok pagi.
Kinan : baik dok.
Dokter : saya permisi.
Kinan :
pulang yuk. Besok ke sini lagi, yukk.
Widhi : * diam
Kinan :
ayoo dong
Beberapa
hari setlh oprasi.
Tiara :
aduh siapa sih yang mau ketemu pake tutup mata sagala.
Widhi :
sstt, tar juga tau.
* kinan
in
Widhi :
1 2 3, taraaa.
Tiara :
haaa?
Kinan : hai ? apa kbar udah baikan ?
Tiara :
ha, Kinan.
Widhi :
ini orang yang mau ketemu kamu.
Tiara :
ih, tau gitu aku nggak mau deh.
Widhi :
Tiara ! kamu nggak boleh ngomong gitu.
Tiara : ha, lebih
baik aku nggak ketemu dia untuk selamanya.
Widhi : Ra, kamu
keterlaluan.
Kinan : Widhi,
udah nggak papa kok. Mungkin dia masih belum bisa menerima keadaanku. Udah
jangan bentak2 Tiara.
Tiara : sok suci.
* jalan
Widhi : tiara !
asal kamu tau ya, Kinan pincang gara2 kamu ! karena dia mau nggambil buku untuk
kamu, apa kamu ingat ! dia udah korbankan semua untuk kamu. Tapi balasanmu?
Bahkan saat kamu kritis kemarin dia yang menghidupkan kamu !
Kinan : Widhi !
Widhi : diam !
biar dia tau semua !
Tiara : apa
maksud mu ?
Widhi : ginjal
yang ada ditubuh mu adalah milik Kinan. Harusnya sekarang kamu nggak ada
disini! Kamu tau itu.
Tiara : kamu
pasti bohong.
Kinan : Widhi
cukup.
Widhi : kenapa nan, dia perlu tau semuanya.
Udah cukup air matamu untuknya, kamu berhak bahagia.
Kinan : aku
bahagia saat aku lihat kalian bahagia.
Widhi : tapi
lihat kamu di caci sama Tiara itu buat aku nggak bahagia
Kinan : lagian aku
dan dia nggak akan terpisah, tubuhku menyatu denganya. Itu cara Tuhan menyatukan
aku dan dia, itu sudh menjadi arti
bahagia terbesar untukku.
Widhi : tapi aku
nggak terima kinan, aku sayang kamu, kamu tau kan resikonya hidup dengn 1
ginjal.
Kinan : aku tau, dan
aku lebih saying sama kalian, tapi aku akan hidup 1000 th bersama kalian.
*Tiara lari dan
berlutut
Tiara : aku minta
maaf, aku salah.
Kinan : Ra,
udah jangan gitu, aku slalu memaafkanmu.
Tiara : aku
berdosa, aku mencampakaan mu shabat yang begitu menyayangiku. Aku salh
menilaimu, aku yang cacat hati ku yang cacat, perilakuku kepadamu sudah
keterlaluan, aku minta maaf.
Kinan : aku tau
semua itu, tapi dengan mengakui kesalahanmu kau telah menghapus dosamu.
Tiara : benarkah
?
Widhi : harusnya
begitu sejak awal
Kinan : apa yang
ku katakan benar bukan, ini cara Tuhan menyatukan kita. 3 sahabat yang tak
terpisahkan
*out set
*Widhi
Tiara : hay !
lagi sibuk nggak ?
Widhi : kenapa ?
Tiara : ke rumah
kinan yuk!
Widhi : mau apa ?
Tiara : ajak
jalan.
Widhi : kamu gila
ya ! makanya kalo di telp diangkt, HP jangn di matiin. Kemana kamu seminggu ini
?
Tiara : emang kenapa ?
Widhi : kinan udah meninggal, dia nggak sanggup
bertahn dengn 1 ginjal. Karena siapa ? karena kamu ! pembunuh ! *out, lempar
surat
Tiara : *kaget* kinan
? ha, apa ini ?
“tiara
saat kau baca suratku ini aku harap air matamu tak terjatuh . Aku belum pergi
aku masih dihatimu. Jaga ginjalku baik2. Jangn berpikir kepergianku karena mu.
Ini takdir sang Kuasa ra. Aku sayang kamu aku bahagia, di akhir nafasku aku
bisa tersenyum bersamamu. Kau dan Widhi adalah arti bahagiaku. Salam sayang,
Kinan”
Tiara :
Kinaaan !! Tuhan, baru saja aku lihat senyum diwajahnya kini ku tak akan
melihatnya lagi. Tuhan aku menyesal mencampakanya, Tuhan apa ini balasan untuk
orang yang baik padaku. Kinan aku janji
aku akan menjaga ginjalmu dengan baik. Aku menyayangimu. Aku merindukanmu.
Maafkan aku kinan. Selamat tinggal. Bahagiaku karenamu.
--Tamat--
Tiara
menyesali perbuatannya hal yang tak sepantasnya iya lakukan. Dan Widhi ia tetap
memenuhi pesan Kinan untuk menjaga Tiara dari jauh, meski ia masih tak terima
Tiara penyebab Kinan tiada.
“kali
ini kita menyadari bahwa bahagia dapat kita jumpa kala kesetiaan, kejujuran,
ketulusan dan keikhlasan bersarang didalam diri kita semua,”
“bahagia
hadir saat kau dapat membuat orang lain bahagia”
“kasihilah
mereka yang mengasihimu”
Cukup
sekian pementasan kami, mohon maaf atas segala perilaku dan tuturkata yang
keliru. Selamat siang. Terimakasih. *hormat
Itu tadi adalah contoh naskah drama
yang bisa saya berikan. Dengan penambahan kata-kata dan tidak tergantung teks
juga penghayatan yang dalam pasti drama teman-teman semua bisa memukau para
penonton. Sekian dari saya. Semoga bermanfaat. J

Tidak ada komentar:
Posting Komentar