Maret 13, 2014

Melihat Perbedaan


“perbedaan yang menyatukan.” Katamu
Tapi ku rasa kini kau dilemahkan karena perbedaan
Kau seakan tenggelam di dalamnya
 Kau seakan berhenti untuk mencoba

Bukankah kita telah berjalan cukup jauh
Lalu kenapa kau berhenti?
Apa kau lelah?

Maret 08, 2014

Bukan Pilihan


Berteman sepi
Menanti hal yang tak pasti
Pekenalan berujung luka
Menyakitkan

Malam ini ku ajak kau melihat dunia
Lewat dinginnya udara
Hirup

Yang Tak Kita Sadari



Banyak hal yang membuat kita tertawa
Namun, mengapa tak banyak hal yang menyadarkan kita?
Sekeililing kita bahkan lebih dulu tersadar
Ada hal yang berbeda yang mereka rasakan

Apa kau menyadari itu ?
Atau sama saja denganku
Menyadari tapi tak mengakui


Maret 04, 2014

Naskah Drama "ARTI BAHAGIA"



                      Kita pasti udah nggak asing lagi sama yang namanya pementasan drama. Berikut ini adalah salah satu contoh  naskah drama dengan 3 – 5 pemain. Sebenernya sih bisa untuk 3 pemain saja, asal pintar bagi-bagi tugas biar nggak ribet.
ARTI BAHAGIA
Ini ber ksah  tentang persahabatan 3 orang anak dimulai sejak SMP. Salah satu di antara mereka ingin membuktikan sebuah kesetiaan dalam menjalin persahabatan, serta menunjukan arti bahagia yang sesungguhnya. Selamat menyaksikan.


*masuk set. Belajar kelompok*
Tiara : aduh ini gimana sih aneh banget soalnya.
 Kinan : aneh gimana ? coba aku lihat.
Tiara : ini nih,
 Kinan : oalah, ini sih gampang.
Tiara  : kayanya menurut  Kinan semua gampang deh.
Widhi : bagi  Kinan yang susah itu Cuma nglupain mantan, hahaha.
 Kinan : enak aja, mau tau caranya nggak ?
Tiara : udah ih cepetan.
Kinan : iya deh, ini nih caranya. *di ajari
Tiara : oalah Cuma gitu doang. Ckckck, gampang ya ternyata.
 Kinan : makanya coba dulu biar tau hasilnya.
Tiara : yaaa iya, Makasih. Oh iya bentar ya. *berdiri nyari buku*
Widhi . buku rumus fisika yang gede, kok nggak ada ya ?
Widhi  : rak paling atas bagian tengah.
Kinan : ssst, ini perpustakaan bukan hutan.

Maret 03, 2014

KETAKUTAN


Pernah ada seorang sahabat yang mengatakan aku pengecut. Aku lemah. Aku tak berani. “kau akan terus tenggelam dalam ketakutanmu sahabatku, apa kau ingin itu?” tapi hal itu masih tetap membuatku takut. Bahkan semakin takut. Lantas ia tinggalkan aku.
Lalu seorang teman mendekatiku. Iya juga mengatakan hal yang sama.

“apa kau ingin ketakutan mengendalikan dirimu. Cobalah lebih berani,”

Maret 01, 2014

CERITA PERPISAHAN


“tuan, senja ini tak ku lihat murung di wajahnya, hanya ku lihat jingga mempesona.” Kataku padamu. “nona, kau keliru, kali ini senja tertutup tirai abu.” Jawabmu dengan sedikit kebingungan.

“aku tak keliru tuan, karenaku melihat tak dari mataku. Aku melihat dari dalam hatiku. Karena mataku terlalu buta untuk melihat suramnya dunia.” Kataku. dan kau bertanya,