terlena akan senja yang jingga
tlah kulupa akan rasa dimana kau kecup hatiku dengan mawar merah
merekah
nan indah
sebait rima ada diantara kelopak dan mahkota
tak kurasa luka yang tersayat manis di dada
setelah tak ada air mata
kemarau bergulir lambat laun mengeringkan lautan pilu
terlena kala jingga berubah menghitam
perlahan memulangkan burung
memanggil guntur
meneteskan rintik hujan
menyamudra mengapung lara
sadarku kini sandaranku tlah pergi