:pilihlah aku:
sadarkah kau ku-sayangi / sadarkah tuk-mu
ku-bernyanyi / terbacakah niat tulus ini / degup jantung yang terbisik / kadang
kata tak berarti / kalau hanya kan sakiti / diam bukanlah tak ingin / dengup
jantung yang terbisik/ tanda cinta yang bersemi//
Entah apa yang selama ini bersemayam
dipikiranmu. Aku menerima ketika keputusanmu adalah membenciku. Aku bertahan
meski pada akhirnya kau tetap mengacuhkan aku. Aku masih mempercayai bahwa yang
ku lakukan tak akan sia-sia di matamu. Dan akan menjadi berarti ketika kau
menjawab rasaku.
aku yang kan mencintaimu / aku yang kan selalu
mendampingimu / bila bahagia yang akan kau tuju/ bila butuh cahaya yang
mendampingimu/ pilihlah aku//
Aku masih tetap berharap. Walaupun kau membakar dan memusnahkan harapanku. Dan aku
tau itu. Jangankan berpaling darimu. Menjauh darimu pun terasa jauh dari kata
mampu.
jangan sempat kan berlalu/ jika karyaku yang
kau tunggu/ jangan hanya aku yang tau/ aku cinta padamu/ mohon warnai jiwaku/
maukah hidup bersamaku//
Semua akan aku tunggu. Meski pelabuhanmu kini
tiada tempat bagiku. Harapku tetap mengombak padamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar